Arsip untukApril 10, 2009

Kenaikan populasi dunia tidak sepadan dengan daya dukung alam

Sangat jarang diantara kita yang berani bicara masalah rasionalisasi jumlah manusia di dunia. Terlebih di Indonesia, kuatir di cap anti hak azasi manusia dan tidak iman kepada takdir. Manusia semakin banyak, kelakuannya semakin brutal mendzolimi alam.

Banyak berdebat dan berkutat menanggulangi pemanasan global dan dampaknya belum cukup tanpa berbuat apapun mengenai ledakan populasi manusia di bumi. Harapan hidup yang semakin panjang, membuatnya semakin produktif menghasilkan generasi-generasi baru yang menjejali dunia.

Dengan bertambahnya angka populasi, manusia menempati lahan baru yg sebenarnya bukan untuk mereka, tapi rumah bagi mahluk-mahluk lain (binatang dan tumbuhan) yang sebenarnya menjadi penyokong bagi keseimbangan alam, akhirnya mahluk-mahluk yg terdesak itu pun menyingkir, beberapa ada yang melawan mempertahankan rumahnya, namun keserakahan dan kelicikan manusia seolah membuatnya tidak “berprikemanusiaan” memperlakukan mahluk tersebut.

Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).

Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia diperkirakan akan mencapai 7 milyar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 milyar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 milyar jiwa.

Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005): … continue reading this entry.