Perusakan Atas Nama Pembangunan

Pembangunan katanya adalah untuk meningkatkan derajat kemakmuran-kesejahteraan, meningkatkan kualitas kehidupan dan memanusiakan manusia. Pembangunan sejatinya juga bukan merusak, apalagi merusak atas nama pembangunan.

Kenyataannya, yang kita lihat sekarang, dengan/dan atas nama pembangunan, dengan/dan atas nama kemakmuran/ dan dengan dan atas nama peningkatan kesejahteraan, maka perusakan dilakukan. Apakah itu yang dimaksud pembangunan?!

Apakah ada kemakmuran, apakah ada kesejahteraan, dan apakah ada sisi kemanusiaan dengan perusakan?! Ternyata, ketika perusakan semakin parah, maka yang rugi adalah manusia yang mendambakan pembangunan untuk peningkatan kualitas kehidupan itu.

Apakah ada peningkatan kualitas kehidupan ketika alam lingkungan yang ada dirusak dan menghilangkan fungsi ekosistem serta daya dukung lingkungan?!

Ternyata ketika bencana terjadi, maka baru tersadar, bahwa kita adalah perusak. Tapi sebelum itu ada, maka seperti buta mata, buta hati dan buta telinga. Hutan dengan berbagai keragaman hayati (biodiversitas) dan dengan fungsi hijau penyerap karbon, resapan air dan seterusnya dialih fungsikan menjadi perkebunan skala besar atas nama kesejahteraan dana pastinya label pembangunan.

Gunung yang dulunya kokoh berdiri dan hijau, di eksploitasi, tanahnya diangkut, bebatuannya digali, isi perutnya dicuri atas nama apa…yang pasti atas nama kesejahteraan, kemakmuran dan juga pembangunan.

Sungai yang dulunya bening dan beraneka jenis ikan dan sahabat-sahabatnya berenang, menjadi tercemar, yaaa…karena atas nama kesejahteraan, kemakmuran dan pembangunan.

Apa memang benar, pembangunan sedemikian merusak…?!

Atau karena mental rakus dan penjarah yang sudah berurat berakar di kepala dan beranak pinak di jiwa, sehingga dengan label pembangunan maka eksploitasi berlebihan dan tak kenal kasihan dilakukan.

Yang bodoh dikibuli, yang miskin jadi kuli, alam lingkungan jadi sasaran, tak peduli hutan hijau, gunung kokoh, sungai bening dan lautan yang biru, semua diterabas…yang penting untung dan laba, sehingga yang kaya semakin kaya, atas atas nama kesejahteraan, kemakmuran dan pembangunan…! Kesejahteraan, kemakmuran dan pembangunan untuk yang kaya raya, dan menyisakan hutan, lahan, gunung, sungai dan lautan yang rusak tercemar untuk yang menderita!

Yaaah…Mudah-mudahan Tuhan mengampuni kita yang Perusak ini!

Iklan

1 Komentar »

  1. elladonk Said:

    pak, krmin gambar harimau donk ke blog q…
    makacih…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: