Kenaikan populasi dunia tidak sepadan dengan daya dukung alam

Sangat jarang diantara kita yang berani bicara masalah rasionalisasi jumlah manusia di dunia. Terlebih di Indonesia, kuatir di cap anti hak azasi manusia dan tidak iman kepada takdir. Manusia semakin banyak, kelakuannya semakin brutal mendzolimi alam.

Banyak berdebat dan berkutat menanggulangi pemanasan global dan dampaknya belum cukup tanpa berbuat apapun mengenai ledakan populasi manusia di bumi. Harapan hidup yang semakin panjang, membuatnya semakin produktif menghasilkan generasi-generasi baru yang menjejali dunia.

Dengan bertambahnya angka populasi, manusia menempati lahan baru yg sebenarnya bukan untuk mereka, tapi rumah bagi mahluk-mahluk lain (binatang dan tumbuhan) yang sebenarnya menjadi penyokong bagi keseimbangan alam, akhirnya mahluk-mahluk yg terdesak itu pun menyingkir, beberapa ada yang melawan mempertahankan rumahnya, namun keserakahan dan kelicikan manusia seolah membuatnya tidak “berprikemanusiaan” memperlakukan mahluk tersebut.

Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).

Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia diperkirakan akan mencapai 7 milyar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 milyar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 milyar jiwa.

Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):

1. Republik Rakyat Tiongkok (1.306.313.812 jiwa)

2. India (1.103.600.000 jiwa)

3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)

4. Indonesia (241.973.879 jiwa)

5. Brasil (186.112.794 jiwa)

6. Pakistan (162.419.946 jiwa)

7. Bangladesh (144.319.628 jiwa)

8. Rusia (143.420.309 jiwa)

9. Nigeria (128.771.988 jiwa)

10. Jepang (127.417.244 jiwa)

Simaklah yang terjadi di Indonesia, berita mengenai bencana sangat banyak, karena tempat dan saat kejadiannya menyangkut nyawa manusia yang semakin menyebar dan memadat hingga daerah rawan bencanapun dihuni dan digarapnya, habitat yang menjadi hak mahluk lain dijarah & dikuasai. Longsor maupun banjir hanyalah reaksi alam untuk mencapai keseimbangan baru akibat keadaannya telah dirusak manusia.

Sangat mustahil untuk bisa menghentikan populasi manusia, tapi kita bisa mengontrol pertambahannya, meminimalisir daya rusak dan membangkitkan kesadaran. Hanya saja kebanyakan manusia baru bisa berfikir dan melakukan pembenahan setelah bencana terjadi dan terlanjur mengalami kerugian yang besar.

Contoh Kasus “Siapa yg lebih pantas mati…?

Disarankan sblmnya baca link dibawah ini Kompas.com

Kasus pada link tersebut menceritakan konflik antara manusia dan harimau, diceritakan bahwa harimau menyerang manusia sampai menelan 9 nyawa hanya dalam waktu 2 bulan. Untuk mengantisipasi kasus ini, manusia (aparat, pemerintah dan masyarakat) secara sepihak menyalahkan harimau yang dianggap terlalu buas.

Mari kita lihat dari sudut pandang yang netral, terlepas dari posisi kita sebagai manusia. Tujuan harimau menyerang manusia adalah untuk mempertahankan rumahnya, menjaga lingkungannya agar tetap menjamin keberlangsungan hidup, kenyamanan dan supply makanan yang cukup, manusia dengan seenaknya menjarah teritori harimau, tentu saja sang raja hutan marah..!!! sedangkan manusia membunuh harimau dan kebanyakan satwa lain adalah untuk kesenangan (berburu), hiasan (kulit, cakar & taringnya) dan pengobatan yang belum tentu manjur, serta penjajahan atas rumah mereka karena populasi manusia yg semakin membludak. Konflik tersebut menelan korban jiwa dari kedua belah pikak, tapi yg perlu dipertanyakan adalah, “siapa yang salah & siapa yang lebih pantas mati…!!??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: